Pengertian Sistem Operasi
Operating system (OS) atau yang sering disebut sistem operasi adalah sekumpulan perintah dasar yang berperan untuk menjalankan dan mengoperasikan komputer .Sekarang ini banyak sekali macam-macam sistem operasi di pasaran baik yang asli ataupun yang bajakan.Ada beberapa sistem operasi yang biasa kita jumpai di pasaran diantranya Windows,Unix,Linux Dan masih banyak lagi yang lainya.Dari sekian banyak sistem operasi Yang beredar,sistem operasi milik perusahaan microsoft lah yang paling populer untuk para pengguna pc notebook,bahkan ponsel dan PDA sekalipun Dengan sistem operasi berbasis mobilenya .
Dari beberapa sistem operasi tersebut,Sistem operasi yang dapat digunakan secara bebas alias open sourc Asalah linux. sistem operasi ini biasa digunakan untuk tujuan pendidikan ,lain halnya dengan para vendor ponsel dan PDA ,Para vrndor ini lebih menyasarkan produknya untuk menggunakan sistem operasi mobile milik perusahaan microsoft yaitu windows. Sama seperti di pc atau notebook sistem operasi di PDA atau ponsel memiliki Beberapa versi dan tatap muka yang hampir sama ,mulai dari windows mobile versi 5.0 sampai dengan windows vista versi mobile .Vendor PDA atau ponsel yang biasa memakai sistem operasi tersebut diantaranya 02,Samsung.Doppod Dan sony ericson untuk beberapa type.
Perkembangan Sistem Operasi
Perkembangan sistem operasi Berawal dari altair,yaitu perangkat komputer pertama pada tahun 1975 yang menggunakan sistem operasi CP/M dan kemudian oleh perusahaan microsoft dirilis menjadi MS-DOS Dan berkembang dari MS-DOS versi 1.0 Pada tahun 1981 sampai MS-DOS versi 5.0 pada tahun 1991 dan sampai sekarang ini microsoft telah mengeluarkan beberapa sistem operasi mulai dari Ms-windows,windows97,windows98,windows98Me,Windows2000.Windows ME,Windows XP dan yang paling terbaru adalah windows vista yang terkenal dengan tatatp mukanya .
http://klinik-it.blogspot.com/2010/01/pengertian-sistem-operasi.html
1. Kelompok kami menemukan beberapa kesalahan dalam contoh artikel diatas (sudah di cetak tebal dan di garis bawahi). Yaitu ;
system : seharusnya S pada system menggunakan huruf kapital.
ataupun : seharusnya memakai kata maupun.
Dan : seharusnya huruf depan tidak memakai huruf kapital.
Yang : seharusnya huruf depan tidak menggunakan huruf kapital.
microsoft lah : seharusnya antara kata pertama dan kedua menggunakan tanda penghubung (-).
pc : seharusnya menggunakan huruf kapital karena PC merupakan sebuah singkatan dari Personal Computer.
Dengan : seharusnya huruf depan kata tersebut tidak menggunakan huruf kapital.
sourc : seharusnya kata tersebut Source.
Asalah : seharusnya huruf depan tidak menggunakan huruf kapital dan kata tersebut merupakan adalah.
linux : seharusnya huruf depan ini menggunakan huruf kapital karena merupakan suatu vendor atau nama perusahaan.
sistem : seharusnya setelah titik (.) huruf depan kata tersebut menggunakan huruf kapital.
Para : seharusnya setelah koma huruf depan kata tidak menggunakan huruf kapital.
vrndor : seharusnya kata yang benar adalah vendor.
menyasarkan : seharusnya kata tersebut merupakan memasarkan.
windows : seharusnya huruf W pada windows menggunakan huruf capital karena merupakan merek dagang.
microsoft : seharusnya huruf depan menggunakan huruf capital, karena sebuah nama perusahaan.
vista : seharusnya menggunakan huruf kapital.
Samsung.Doppot : seharusnya menggunakan koma (,).
sony : seharusnya kata tersebut menggunakan huruf kapital pada huruf depannya karena merupakan merek dagang.
ericson : kata ericson yang benar ialah Ericsson dan menggunakan kapital.
type : seharusnya menggunakan kata tipe.
Berawal : seharusnya huruf depan pada kata tersebut tidak menggunakan huruf kapital.
tatatp : seharusnya kata yang benar tatap.
Ms-windows,windows97,windows98,windows98Me,Windows2000.Windows ME,Windows XP : yang benar ialah Ms-windows, Windows 97, Windows 98, windows 98 Me, Windows 2000, Windows ME, Windows XP ...
Teori Organisasi Umum 2
Senin, 17 Oktober 2011
Softskill, Tugas Diksi, Atikel Kebahasaan
Sehari dengan Kereta Api
Pagi hari ini saya berangkat kestasiun bogor, untuk belanja ke tanah abang. dengan harga murah meriah saya beli 1 tiket tujuan jakarta cuma 2 ribu bisa nyampe jakarta!
Biasanya kereta tanah abang berangkat jam 7.20 dari stasiun bogor. Tepat jam 7.05 ada pengumuman dari pihak stasiun ” kereta api tujuan tanah abang sedang berada di citayam menuju bogor, akan berhenti dijalur 7 (tujuh) dengan rangkaian 4 gerbong.
Wah orang disekeliling saya berkomentar wah keretanya pendek, kayak kemaren “musti cepet2 naik biar dapet duduk nich”.
Akhirnya kereta api berhenti dijalur 7, saya pun bergegas masuk kedalam gerbong dengan berdesak desakan, karena penumpang belum turun kami semua yang ingin berangkat saling beradu masuk agar bisa memperoleh kursi dikereta.
Akhirnya saya masuk kereta dan mendapatkan sedikit celah bangku untuk duduk. dengan rangkaian gerbong yang pendek dan banyaknya penumpang dalam waktu beberapa menit saja tidak ada bangku kosong sama sekali.
saat berangkat dari bogor kereta api tanah abang sudah penuh. dengan kondisi yang padat penumpang kereta berangkat dan merayap melewati setiap stasiun menuju jakarta.
Saat distasiun citayam, saya melihat diluar jendela kereta yang saya tumpangi belum berhenti dan orang orang diluar sana mengejar untuk masuk ke gerbong, saya melihat ada beberapa orang terjatuh saat mengejar kereta. dalam beberapa detik kereta bertambah puluhan orang di kereta ekonomi tanah abang yang saya tumpangi. karena kereta hanya berhenti beberapa menit masih banyak penumpang yang belum berhasil masuk kedalam gerbong. Saya melihat seorang ibu terjatuh dan beberapa orang lainnya ikut jatuh. orang disekitar stasiun citayam pada berteriak. saya tidak bisa melihat apakah mereka baik baik saja?
Setiap stasiun kereta berhenti dan makin banyak orang dalam kereta dengan 4 rangkaian gerbong. Anda bisa membayangkan orang saling berdesak desakan didalam sana. Saya yang masih dapat tempat duduk saja tidak bisa bergerak. lutut saya terjepit, dan bapak didepan saya mengomel” jangan dorong-dorong” dan sahutan yang dibelakang “Bayar 2 ribu mau enak, jangan naik kereta api pak!” saya merasakan bahwa mereka yang berada ditengah tengah tidak ada pegangan sama sekali dan mereka menjaga keseimbangan ya dengan tubuh orang yang ada disekelilingnya. akhirnya aksi dorong-dorongan terjadi.
Akhirnya setelah melewati banyak stasiun, sampai ketujuan pemberhentian terakhir stasiun tanah abang. saya dan para penumpang berhamburan turun.
Saya berbelanja di tanah abang, setelah selesai saya akan kembali ke bogor. setelah naik bajaj menuju stasiun gondangria. diloket saya melihat pakuan ekspress jam 10.44. masih ada beberapa menit lagi ok saya membeli tiket pakuan seharga 11 rb.
Akhirnya kereta pakuan ekspress tiba digondangria. saya masuk dan mencari tempat duduk, ternyata masih kosong. suasana kereta pakuan jauh berbeda dengan suasana pagi tadi dengan kereta ekonomi yang padat.
Saya bisa duduk dengan tenang dengan suhu seger dan adem dari ac. bahkan kursi kosong saya bisa tidur selonjor jika saya mau. Saya perhatikan rangkaian kereta pakuan ini cukup panjang lebih dari 4 gerbong. kereta pakuan hanya berhenti dibeberapa stasiun akhirnya sampai kembali kestasiun bogor.
Ternyata 2 ribu dan 11 ribu itu terasa bedanya.
http://umum.kompasiana.com/2009/09/15/sehari-dengan-kereta-api/events/ib/
1. Kelompok kami menemukan beberapa kesalahan dalam contoh artikel diatas (sudah di cetak tebal dan di garis bawahi). Yaitu ;
kestasiun : ke stasiun
tanah abang : Tanah Abang
cuma : hanya
nyampe : sampai
stasiun bogor : Stasiun Bogor
kereta api : Kereta Api
tanah abang : Tanah Abang
citayam : Citayam
bogor : Bogor
disekeliling : di sekeliling
kayak : seperti
kemaren : kemarin
musti : seharusnya
cepet2 : cepat-cepat
nich : nih
kereta api : Kereta Api
berdesak desakan : berdesak-desakan
dikereta : di kereta
dengan : Dengan
saat : Saat
bogor : Bogor
kereta api : Kereta Api
tanah abang : Tanah Abang
dengan : Dengan
jakarta : Jakarta
distasiun : di stasiun
citayam : Citayam
orang orang : orang-orang
dalam : Dalam
tanah abang : Tanah Abang
karena : Karena
orang : Orang
disekitar : di sekitar
citayam : Citayam
saya : Saya
baik baik saja? : baik-baik saja
stasiun kereta : Stasiun Kereta
berdesak desakan : berdesak-desakan
lutut : Lutut
keseimbangan ya : keseimbangannya
akhirnya : Akhirnya
stasiun : Stasiun
tanah abang : Tanah Abang
setelah : Setelah
stasiun gondangria : Stasiun Gondangria
diloket : Di loket
masih : Masih
ok : baiklah
saya : Saya
suasana : Suasana
seger : segar
adem : sejuk
ac : AC
bahkan : Bahkan
selonjor :
kereta : Kereta
dibeberapa : di beberapa
kestasiun bogor : ke Stasiun Bogor
Pagi hari ini saya berangkat kestasiun bogor, untuk belanja ke tanah abang. dengan harga murah meriah saya beli 1 tiket tujuan jakarta cuma 2 ribu bisa nyampe jakarta!
Biasanya kereta tanah abang berangkat jam 7.20 dari stasiun bogor. Tepat jam 7.05 ada pengumuman dari pihak stasiun ” kereta api tujuan tanah abang sedang berada di citayam menuju bogor, akan berhenti dijalur 7 (tujuh) dengan rangkaian 4 gerbong.
Wah orang disekeliling saya berkomentar wah keretanya pendek, kayak kemaren “musti cepet2 naik biar dapet duduk nich”.
Akhirnya kereta api berhenti dijalur 7, saya pun bergegas masuk kedalam gerbong dengan berdesak desakan, karena penumpang belum turun kami semua yang ingin berangkat saling beradu masuk agar bisa memperoleh kursi dikereta.
Akhirnya saya masuk kereta dan mendapatkan sedikit celah bangku untuk duduk. dengan rangkaian gerbong yang pendek dan banyaknya penumpang dalam waktu beberapa menit saja tidak ada bangku kosong sama sekali.
saat berangkat dari bogor kereta api tanah abang sudah penuh. dengan kondisi yang padat penumpang kereta berangkat dan merayap melewati setiap stasiun menuju jakarta.
Saat distasiun citayam, saya melihat diluar jendela kereta yang saya tumpangi belum berhenti dan orang orang diluar sana mengejar untuk masuk ke gerbong, saya melihat ada beberapa orang terjatuh saat mengejar kereta. dalam beberapa detik kereta bertambah puluhan orang di kereta ekonomi tanah abang yang saya tumpangi. karena kereta hanya berhenti beberapa menit masih banyak penumpang yang belum berhasil masuk kedalam gerbong. Saya melihat seorang ibu terjatuh dan beberapa orang lainnya ikut jatuh. orang disekitar stasiun citayam pada berteriak. saya tidak bisa melihat apakah mereka baik baik saja?
Setiap stasiun kereta berhenti dan makin banyak orang dalam kereta dengan 4 rangkaian gerbong. Anda bisa membayangkan orang saling berdesak desakan didalam sana. Saya yang masih dapat tempat duduk saja tidak bisa bergerak. lutut saya terjepit, dan bapak didepan saya mengomel” jangan dorong-dorong” dan sahutan yang dibelakang “Bayar 2 ribu mau enak, jangan naik kereta api pak!” saya merasakan bahwa mereka yang berada ditengah tengah tidak ada pegangan sama sekali dan mereka menjaga keseimbangan ya dengan tubuh orang yang ada disekelilingnya. akhirnya aksi dorong-dorongan terjadi.
Akhirnya setelah melewati banyak stasiun, sampai ketujuan pemberhentian terakhir stasiun tanah abang. saya dan para penumpang berhamburan turun.
Saya berbelanja di tanah abang, setelah selesai saya akan kembali ke bogor. setelah naik bajaj menuju stasiun gondangria. diloket saya melihat pakuan ekspress jam 10.44. masih ada beberapa menit lagi ok saya membeli tiket pakuan seharga 11 rb.
Akhirnya kereta pakuan ekspress tiba digondangria. saya masuk dan mencari tempat duduk, ternyata masih kosong. suasana kereta pakuan jauh berbeda dengan suasana pagi tadi dengan kereta ekonomi yang padat.
Saya bisa duduk dengan tenang dengan suhu seger dan adem dari ac. bahkan kursi kosong saya bisa tidur selonjor jika saya mau. Saya perhatikan rangkaian kereta pakuan ini cukup panjang lebih dari 4 gerbong. kereta pakuan hanya berhenti dibeberapa stasiun akhirnya sampai kembali kestasiun bogor.
Ternyata 2 ribu dan 11 ribu itu terasa bedanya.
http://umum.kompasiana.com/2009/09/15/sehari-dengan-kereta-api/events/ib/
1. Kelompok kami menemukan beberapa kesalahan dalam contoh artikel diatas (sudah di cetak tebal dan di garis bawahi). Yaitu ;
kestasiun : ke stasiun
tanah abang : Tanah Abang
cuma : hanya
nyampe : sampai
stasiun bogor : Stasiun Bogor
kereta api : Kereta Api
tanah abang : Tanah Abang
citayam : Citayam
bogor : Bogor
disekeliling : di sekeliling
kayak : seperti
kemaren : kemarin
musti : seharusnya
cepet2 : cepat-cepat
nich : nih
kereta api : Kereta Api
berdesak desakan : berdesak-desakan
dikereta : di kereta
dengan : Dengan
saat : Saat
bogor : Bogor
kereta api : Kereta Api
tanah abang : Tanah Abang
dengan : Dengan
jakarta : Jakarta
distasiun : di stasiun
citayam : Citayam
orang orang : orang-orang
dalam : Dalam
tanah abang : Tanah Abang
karena : Karena
orang : Orang
disekitar : di sekitar
citayam : Citayam
saya : Saya
baik baik saja? : baik-baik saja
stasiun kereta : Stasiun Kereta
berdesak desakan : berdesak-desakan
lutut : Lutut
keseimbangan ya : keseimbangannya
akhirnya : Akhirnya
stasiun : Stasiun
tanah abang : Tanah Abang
setelah : Setelah
stasiun gondangria : Stasiun Gondangria
diloket : Di loket
masih : Masih
ok : baiklah
saya : Saya
suasana : Suasana
seger : segar
adem : sejuk
ac : AC
bahkan : Bahkan
selonjor :
kereta : Kereta
dibeberapa : di beberapa
kestasiun bogor : ke Stasiun Bogor
Selasa, 10 Mei 2011
Tugas softskill
a) fenomena & prospek perekonomian di indonesia..
Ekonomi Indonesia tetap dapat tumbuh dan akan terus membaik di tahun-tahun berikutnya, bahkan Indonesia berpeluang menjadi negara maju. Prospek perekonomian Indonesia menjadi diskusi utama dalam acara Excecutive Brief Pimpinan DPD RI dan MPR RI bersama para pakar ekonomi. Ketua Pimpinan DPD RI, Irman Gusman didampingi Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, sementara Ketua Pimpinan MPR RI, Taufik Kiemas hadir bersama Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli dan Hajriyanto Y. Tohari. Pakar ekonomi yang menjadi narasumber yaitu Umar Juoro dan Iman Sugema dan dihadiri oleh masing-masing Ketua Fraksi MPR RI, jajaran Ketua Kelompok DPD di MPR RI, dan jajaran Ketua Komite IV DPD RI. Acara ini dilangsungkan di ruang rapat Pimpinan DPD RI lantai 8, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/3).
Ketua DPD RI, Irman Gusman, mengatakan Excecutive Brief ini dilaksanakan dalam rangka mendapatkan masukan pemikiran dari pakar ekonomi mengenai proyeksi perekonomian Indonesia ke depan, terutama tentang gambaran APBN, indikator keberhasilan ekonomi, dan realitas ekonomi rakyat. “Perekonomian Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar, terutama setelah penerapan free trade”, ujar Irman. Selanjutnya, Irman mengatakan globalisasi di satu sisi akan memberikan nilai positif, namun juga akan memberikan dampak buruk terhadap ketahanan ekonomi nasional, khususnya bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. “DPD RI tentu memiliki perhatian terhadap permasalahan pembangunan ekonomi, karena jika pembangunan ekonomi lambat, maka yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat daerah”, kata Irman.
Dalam presentasinya, Umar Juoro dan Iman Sugema menyatakan keoptimisannya atas prospek cerah ekonomi Indonesia. Data yang dihimpun oleh Umar indikator ekonomi Indonesia yang menguat terlihat dari stabilitas ekonomi terjaga baik dalam jangka menengah, inflasi rendah, suku bunga dapat diturunkan, dan nilai rupiah cenderung menguat. “Pada perekonomian jangka menengah secara sektoral pertumbuhan tinggi pada sektor non-tarded seperti telekomunikasi, perumahan, dan keuangan. Sementara, sektor traded seperti industri manufaktur, pertanian dan pertambangan butuh revitalisasi”, jelas Umar. Dalam pemaparannya, Umar menyarankan agar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi perlu dukungan pembangunan infrastruktur dan perbaikan iklim investasi. “Jika perkembangan ekonomi berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan Indonesia berpeluang untuk menjadi negara maju dalam sepuluh-dua puluh tahun ke depan”, ujar Umar optimis.
Pernyataan Umar tersebut juga disetujui oleh Iman Sugema. Ia menyebutkan prospek Indonesia ke depan akan sangat cerah. Dalam presentasinya, Iman membandingkan keadaan ekonomi Indonesia sebelum dan setelah krisis 1998. Menurut data yang diterangkan Iman, ekonomi Indonesia sekarang yaitu: pertumbuhan ekonomi setelah krisis menjadi lebih rendah, setelah krisis inflasi lebih tinggi dan growth-nya rendah, high saving dan low investment. “Sebenarnya Indonesia masih punya potensi pertumbuhan yang tinggi, kalau kita mampu memanfaatkan saving yang ada di masyarakat,” ujar Iman. Selanjutnya, Iman mengatakan bahwa tahun 2010-2014 perekonomian global memulih, sehingga ekspor impor dunia akan meningkat. “Syarat supaya Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan ini yaitu daya saing kita meningkat, tapi kalau melihat tren sekarang daya saing kita sedang menurun”, kata Iman.
Dalam sesi diskusi, Ketua MPR RI Taufik Kiemas menanyakan apakah pendapatan per kapita US$ 6800 di tahun 2019 seperti yang diperkirakan oleh Umar dapat terwujud dengan keadaan pemerintah seperti sekarang. Umar menjawab dinamika demokrasi di Indonesia berjalan baik dan ekonomi Indonesia masih bisa maju dengan sumber daya alam yang kaya, serta industri yang terus meningkat, hanya infrastrukturnya masih perlu diperbaiki. Acara ini juga dimanfaatkan bagi para peserta untuk mendapatkan masukan dari para pakar mengenai masalah kebijakan moneter, fiskal, cara menaikkan investasi, dan cara membangun daerah berdasarkan prioritasnya.
b) pendeapatan nasional & pertumbuhan ekonomi di indonesia..
A. Pendapatan Nasional Dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu:
a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
c. Keuntungan perusahaan
d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
e. Pendapatan sewa
B. Model Analisis Dengan Variabel Investasi dan Tabungan
adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal .
Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik .
Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut, yaitu :
Ø Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya;
Ø Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah;
Ø Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar;
Ø Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.
Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional, yaitu :
Ø Data Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut penggunaan [lihat tabel III dan III.1]
Ø Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan.
Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat adanya kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut penggunaan. Kalau kita menganggap bahwa perkiraan Investasi dan Tabungan Nasional Bruto yang dihasilkan oleh Tim Gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan lebih mendekati kebenaran, maka seyogyanya data statistik Produk Domestik Bruto menurut penggunaan yang dipublikasikan oleh B.P.S. perlu diperbaiki.
C. Angka Pengganda
Ada beberapa pengertian dari angka pengganda uang yaitu Money Multiplier atau angka pengganda uang adalah merupakan proses pasar yaitu penyesuaian antara permintaan dan penawaran uang. Dari pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa angka pengganda uang atau money multiplier ada hubungannya dengan cadangan dollar, sistem perbankan
dengan kurs dollar “Money Multiplier the monetary base”.
Monetary base (uang primer) adalah jumlah uang kartal ditambah cadangan bank. Jika monetary base naik, maka uang kartal dan cadangan bank juga naik. Sedangkan jika cadangan bank naik maka dapat menciptakan pinjaman dan tambahan uang yang beredar. Money Multiplier adalah proses penciptaan uang secara sederhana oleh bank umum.
Nilai koefisien angka pengganda uang tergantung pada nilai dari uang kartal dan cadangan bank. Semakin kecil nilai dari rasio tersebut, semakin besar nilai koefisien angka
pengganda uang. Nilai uang kartal yang rendah berarti masyarakat lebih suka menyimpan uang tunainya di bank daripada di rumah. Selanjutnya nilai cadangan bank yang rendah berarti lebih banyak uang giral yang bisa diciptakan dari setiap rupiah uang inti yang dipegang bank. Bagian dari jumlah uang beredar yang dipegang masyarakat dalam bentuk uang tunai merupakan pencerminan kehendak dan perilaku masyarakat Menurut Friedman, terdapat lima faktor yang menentukan permintaan akan uang yaitu:
1.Kegunaan atau manfaat persediaan uang (money balance)
2. Tingkat harga
3.Tingkat pendapatan riil
4. Sukubunga
5.Tingkat perubahan dalam tingkat harga
Terdapat tiga pelaku utama dalam pasar uang menurut perannya dalam
proses penciptaan uang, yaitu:
1. Otorita Moneter (bank sentral dan pemerintah)
Otorita moneter mempunyai peran utama sebagai sumber awal terciptanya uang beredar. Kelompok ini merupakan sumber penawaran uang kartal yang menjadi sumber untuk memenuhi permintaan masyarakat akan uang, disisi lain juga merupakan sumber penawaran uang (dikenal sebagai reserve hank) yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga keuangan. Dengan demikian uang kartal (currency) dan cadangan bank adalah uang inti atau uang primer.
2. Lembaga Keuangan (bank dan bukan bank)
Lembaga keuangan dapat berbentuk bank atau bukan bank. Peran utama
kelompok ini adalah sebagai sumber penawaran uang giral (demand
deposit), deposito berjangka (time deposit), simpanan tabungan (saving
deposit) serta aktiva-aktiva keuangan lain yang dibutuhkan masyarakat.
Seluruh jenis penawaran tersebut dikenal juga sebagai uang sekunder.
3. Masyarakat (rumah tangga dan produsen)
Masyarakat sebagai pelaku pasar uang ketiga dapat diartikan sebagai konsumen akhir uang yang tercipta. Uang yang diperoleh dalam hal ini dapat digunakan untuk memperlancar kegiatan-kegiatan produksi,
konsumsi, dan pertukaran.
D. Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, dan Pengangguran
Ada suatu hubungan terbalik antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dalam suatu perekonomian. Semakin banyak pengusaha memperluas kesempatan kerja semakin dia harus membayar dengan faktor tertentu produksi dan pembayaran lebih banyak faktor produksi peningkatan biaya produksi unit akan diamati dan dalam rangka mempertahankan profitabilitas produk pengusaha akan mengembang harga produk tersebut.. Sebuah proses serupa akan diamati di seluruh perekonomian ketika pemerintah bermaksud untuk menciptakan pekerjaan. Harga produk atau jasa, di mana tenaga kerja terinstal, akan meningkat sehingga kenaikan tingkat inflasi akan terlihat melalui ekonomi luar.
Dapat disimpulkan dari penjelasan tersebut di atas bahwa ketika pemerintah berniat untuk menurunkan menurunkan tingkat pengangguran yang harus menanggung kenaikan tingkat inflasi dalam perekonomian nasional.
yang berbeda antara inflasi dan pengangguran….
Jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran, dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.
Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. Ini diukur dengan mengambil rata-rata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian) dan menganalisis tren harga keseluruhan. Hal ini sering disebut Indeks Harga Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP). Hal ini menunjukkan berapa banyak, sebagai persentase, tingkat harga umum dari semua barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun.
Kedua telah dianalisis bersama-sama dengan kurva Phillips yang menunjukkan tingkat inflasi diplot terhadap tingkat pengangguran.
c) potret kemiskinan di indonesia
“Dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, kemiskinan masih akan jadi masalah utama bangsa Indonesia, dilihat dari segi konsumsi maupun pendapatan.” ujar Dr. Sri Adiningsih, MSc., ekonom dari Universitas Gajah Mada, salah satu narasumber di Konsultasi Nasional yang diadakan oleh Institut Leimena bersama dengan Persatuan Gereja-gereja Indonesia, Persatuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia, serta Persatuan Gereja Pentakosta Indonesia, September 2008 lalu.
Dr. Sri Adiningsih menampilkan potret ekonomi Indonesia sebagai berikut:
Stabilitas ekonomi makro tetap terjaga, namun rapuh, apalagi pasar keuangan global tengah menghadapi krisis. Pertumbuhan ekonomi meningkat, terutama karena kenaikan harga barang primer dan sektor non-tradable. Kebijakan ekonomi terlalu liberal karena semakin bergantung ke luar negeri. Anggaran terjebak kebijakan jangka pendek, tampak populis, tapi pembangunan strategis seperti jembatan, jalanan, atau listrik tidak dilakukan.
Sementara itu, kemiskinan di Indonesia masih besar. Padahal definisi “kemiskinan” yang dipakai sudah sangat lunak dibandingkan, misalnya, dengan standar Bank Dunia. Belum lagi penambahan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan Raskin (Bantuan Beras bagi
Rakyat Miskin) dapat menurunkan angka kemiskinan secara semu. Dari banyak
penelitian, sumber kemiskinan antara lain adalah kualitas Sumber Daya Manusia yang rendah, infrastruktur yang buruk, dan ketiadaan modal.
Pilar ekonomi Indonesia saat ini sebetulnya UKM. Di sinilah banyak orang miskinnya. Namun usaha mikro sekarang berkembang bukan akibat desain pemerintah, tapi karena orang tidak ada pilihan. Daripada menganggur, lebih baik membuka Warteg atau sejenisnya. Usaha kecil di Indonesia naik dari 44 juta (2007) menjadi hampir 50 juta (2008). Usaha menengah turun dari 6 juta ke sekitar 4 juta, sedangkan usaha besar umumnya stagnan.
Menurut UN Millenium Project, pertanian adalah cara mengatasi kemiskinan di desa. Selain itu perlu mengembangkan investasi dalam bidang kesehatan dasar, pendidikan, transportasi, listrik, serta pelayanan masyarakat.
Dalam konteks ini, gereja harus menjadi pilar penting dalam memerangi kemiskinan dan keterbelakangan. Gereja harus memberikan pencerahan, semangat, optimisme. “Walaupun kecil, kita jangan mengalami minority syndrome. Gereja-gereja di Indonesia punya jaringan nasional dan berbagai program pengentasan kemiskinan, meskipun hasilnya memang masih jauh dari memuaskan.” papar Dr. Sri Adiningsih. Ia pun menceritakan pengalamannya menjadi pembina program sosial di gerejanya. “Motto kami adalah melayani dulu, urusan uang kemudian, jadi bukannya bertanya dulu apakah punya uang atau tidak.”
“Ini adalah pekerjaan besar, tapi saya percaya kita akan bisa melakukannya dengan cara dan kemampuan kita masing-masing.” kata Dr. Sri Adiningsih dengan optimis.**
d) ekspor non migas di indonesia
Akibat dampak radioaktif di Jepang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim menyatakan ada penundaan sementara untuk produk-produk tertentu mengingat fasilitas penampungan yang terdampak bencana.
“Memang beberapa produk mengalami penundaan pengiriman, nanti setelah ada tempat penampungnya pasti akan dilanjutkan lagi”, kata Saiful Jasan Plt Kabid Perdagangan Luar Negeri (31/3).
Menurut kontribusinya, pada bulan Januari 2011 ekspor sektor industri di luar non migas berperan sebesar 85,68 persen, sektor pertanian sebesar 5,64 persen, sedangkan sektor pertambangan di luar migas hanya memberikan peran sebesar 0,26 persen terhadap total ekspor Jawa Timur
"Beberapa produk Jatim mengalami surplus dalam ekspor pada Januari 2011 ini. Setidaknya itu terjadi pada produk migas yang mengalami kenaikan 36,21 persen" ujarnya.
Sedangkan ekspor non migas Jawa Timur juga tak kalah menunjukkan angka yang mernagkak naik. Bulan Januari 2011 angka ekspor non migas Jatim mencapai US$ 1.414,04 juta atau naik 1,66 persen dibanding ekspor non migas bulan Desember 2010 yang mencapai US $ 1.390,93 juta.
Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, ekspor non migas Jatim Januari 2011 naik sebesar 34,83 persen.
Kenaikan itu didominasi oleh nilai ekspor tembaga dengan nilai US $ 259,89 juta, diikuti selanjutnya oleh bahan kimia organik sebesar US $ 207,35 juta, kertas dan karton US $ 86,35 juta, karet dan barang dari karet sebesar US $ 73,82 juta serta kayu dan barang dari kayu US $ 65,52 juta.
Dengan Negara tujuan Jepang dengan nilai US $ 230,38 juta, China US $ 148,01 juta, Malaysia US $ 133,50 juta, Amerika Serikat US $ 110,67 juta dan Thailand sebesar US $ 94,74 juta, dengan kontribusi kelimanya mencapai 50,73 persen terhadap total ekspor non migas.(luk)
PENUTUP
Demikian makalah tentang Perekonomian indonesia yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Kesimpulan
Jadi perekonomian di indonesia sangat tidak stabil dengan dilihat dari prospek nya dan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. dan juga faktor kemiskinan di indonesia yang semakin banyak .
Ekonomi Indonesia tetap dapat tumbuh dan akan terus membaik di tahun-tahun berikutnya, bahkan Indonesia berpeluang menjadi negara maju. Prospek perekonomian Indonesia menjadi diskusi utama dalam acara Excecutive Brief Pimpinan DPD RI dan MPR RI bersama para pakar ekonomi. Ketua Pimpinan DPD RI, Irman Gusman didampingi Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, sementara Ketua Pimpinan MPR RI, Taufik Kiemas hadir bersama Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli dan Hajriyanto Y. Tohari. Pakar ekonomi yang menjadi narasumber yaitu Umar Juoro dan Iman Sugema dan dihadiri oleh masing-masing Ketua Fraksi MPR RI, jajaran Ketua Kelompok DPD di MPR RI, dan jajaran Ketua Komite IV DPD RI. Acara ini dilangsungkan di ruang rapat Pimpinan DPD RI lantai 8, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/3).
Ketua DPD RI, Irman Gusman, mengatakan Excecutive Brief ini dilaksanakan dalam rangka mendapatkan masukan pemikiran dari pakar ekonomi mengenai proyeksi perekonomian Indonesia ke depan, terutama tentang gambaran APBN, indikator keberhasilan ekonomi, dan realitas ekonomi rakyat. “Perekonomian Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar, terutama setelah penerapan free trade”, ujar Irman. Selanjutnya, Irman mengatakan globalisasi di satu sisi akan memberikan nilai positif, namun juga akan memberikan dampak buruk terhadap ketahanan ekonomi nasional, khususnya bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. “DPD RI tentu memiliki perhatian terhadap permasalahan pembangunan ekonomi, karena jika pembangunan ekonomi lambat, maka yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat daerah”, kata Irman.
Dalam presentasinya, Umar Juoro dan Iman Sugema menyatakan keoptimisannya atas prospek cerah ekonomi Indonesia. Data yang dihimpun oleh Umar indikator ekonomi Indonesia yang menguat terlihat dari stabilitas ekonomi terjaga baik dalam jangka menengah, inflasi rendah, suku bunga dapat diturunkan, dan nilai rupiah cenderung menguat. “Pada perekonomian jangka menengah secara sektoral pertumbuhan tinggi pada sektor non-tarded seperti telekomunikasi, perumahan, dan keuangan. Sementara, sektor traded seperti industri manufaktur, pertanian dan pertambangan butuh revitalisasi”, jelas Umar. Dalam pemaparannya, Umar menyarankan agar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi perlu dukungan pembangunan infrastruktur dan perbaikan iklim investasi. “Jika perkembangan ekonomi berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan Indonesia berpeluang untuk menjadi negara maju dalam sepuluh-dua puluh tahun ke depan”, ujar Umar optimis.
Pernyataan Umar tersebut juga disetujui oleh Iman Sugema. Ia menyebutkan prospek Indonesia ke depan akan sangat cerah. Dalam presentasinya, Iman membandingkan keadaan ekonomi Indonesia sebelum dan setelah krisis 1998. Menurut data yang diterangkan Iman, ekonomi Indonesia sekarang yaitu: pertumbuhan ekonomi setelah krisis menjadi lebih rendah, setelah krisis inflasi lebih tinggi dan growth-nya rendah, high saving dan low investment. “Sebenarnya Indonesia masih punya potensi pertumbuhan yang tinggi, kalau kita mampu memanfaatkan saving yang ada di masyarakat,” ujar Iman. Selanjutnya, Iman mengatakan bahwa tahun 2010-2014 perekonomian global memulih, sehingga ekspor impor dunia akan meningkat. “Syarat supaya Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan ini yaitu daya saing kita meningkat, tapi kalau melihat tren sekarang daya saing kita sedang menurun”, kata Iman.
Dalam sesi diskusi, Ketua MPR RI Taufik Kiemas menanyakan apakah pendapatan per kapita US$ 6800 di tahun 2019 seperti yang diperkirakan oleh Umar dapat terwujud dengan keadaan pemerintah seperti sekarang. Umar menjawab dinamika demokrasi di Indonesia berjalan baik dan ekonomi Indonesia masih bisa maju dengan sumber daya alam yang kaya, serta industri yang terus meningkat, hanya infrastrukturnya masih perlu diperbaiki. Acara ini juga dimanfaatkan bagi para peserta untuk mendapatkan masukan dari para pakar mengenai masalah kebijakan moneter, fiskal, cara menaikkan investasi, dan cara membangun daerah berdasarkan prioritasnya.
b) pendeapatan nasional & pertumbuhan ekonomi di indonesia..
A. Pendapatan Nasional Dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu:
a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
c. Keuntungan perusahaan
d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
e. Pendapatan sewa
B. Model Analisis Dengan Variabel Investasi dan Tabungan
adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal .
Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik .
Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut, yaitu :
Ø Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya;
Ø Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah;
Ø Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar;
Ø Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.
Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional, yaitu :
Ø Data Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut penggunaan [lihat tabel III dan III.1]
Ø Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan.
Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat adanya kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut penggunaan. Kalau kita menganggap bahwa perkiraan Investasi dan Tabungan Nasional Bruto yang dihasilkan oleh Tim Gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan lebih mendekati kebenaran, maka seyogyanya data statistik Produk Domestik Bruto menurut penggunaan yang dipublikasikan oleh B.P.S. perlu diperbaiki.
C. Angka Pengganda
Ada beberapa pengertian dari angka pengganda uang yaitu Money Multiplier atau angka pengganda uang adalah merupakan proses pasar yaitu penyesuaian antara permintaan dan penawaran uang. Dari pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa angka pengganda uang atau money multiplier ada hubungannya dengan cadangan dollar, sistem perbankan
dengan kurs dollar “Money Multiplier the monetary base”.
Monetary base (uang primer) adalah jumlah uang kartal ditambah cadangan bank. Jika monetary base naik, maka uang kartal dan cadangan bank juga naik. Sedangkan jika cadangan bank naik maka dapat menciptakan pinjaman dan tambahan uang yang beredar. Money Multiplier adalah proses penciptaan uang secara sederhana oleh bank umum.
Nilai koefisien angka pengganda uang tergantung pada nilai dari uang kartal dan cadangan bank. Semakin kecil nilai dari rasio tersebut, semakin besar nilai koefisien angka
pengganda uang. Nilai uang kartal yang rendah berarti masyarakat lebih suka menyimpan uang tunainya di bank daripada di rumah. Selanjutnya nilai cadangan bank yang rendah berarti lebih banyak uang giral yang bisa diciptakan dari setiap rupiah uang inti yang dipegang bank. Bagian dari jumlah uang beredar yang dipegang masyarakat dalam bentuk uang tunai merupakan pencerminan kehendak dan perilaku masyarakat Menurut Friedman, terdapat lima faktor yang menentukan permintaan akan uang yaitu:
1.Kegunaan atau manfaat persediaan uang (money balance)
2. Tingkat harga
3.Tingkat pendapatan riil
4. Sukubunga
5.Tingkat perubahan dalam tingkat harga
Terdapat tiga pelaku utama dalam pasar uang menurut perannya dalam
proses penciptaan uang, yaitu:
1. Otorita Moneter (bank sentral dan pemerintah)
Otorita moneter mempunyai peran utama sebagai sumber awal terciptanya uang beredar. Kelompok ini merupakan sumber penawaran uang kartal yang menjadi sumber untuk memenuhi permintaan masyarakat akan uang, disisi lain juga merupakan sumber penawaran uang (dikenal sebagai reserve hank) yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga keuangan. Dengan demikian uang kartal (currency) dan cadangan bank adalah uang inti atau uang primer.
2. Lembaga Keuangan (bank dan bukan bank)
Lembaga keuangan dapat berbentuk bank atau bukan bank. Peran utama
kelompok ini adalah sebagai sumber penawaran uang giral (demand
deposit), deposito berjangka (time deposit), simpanan tabungan (saving
deposit) serta aktiva-aktiva keuangan lain yang dibutuhkan masyarakat.
Seluruh jenis penawaran tersebut dikenal juga sebagai uang sekunder.
3. Masyarakat (rumah tangga dan produsen)
Masyarakat sebagai pelaku pasar uang ketiga dapat diartikan sebagai konsumen akhir uang yang tercipta. Uang yang diperoleh dalam hal ini dapat digunakan untuk memperlancar kegiatan-kegiatan produksi,
konsumsi, dan pertukaran.
D. Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, dan Pengangguran
Ada suatu hubungan terbalik antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dalam suatu perekonomian. Semakin banyak pengusaha memperluas kesempatan kerja semakin dia harus membayar dengan faktor tertentu produksi dan pembayaran lebih banyak faktor produksi peningkatan biaya produksi unit akan diamati dan dalam rangka mempertahankan profitabilitas produk pengusaha akan mengembang harga produk tersebut.. Sebuah proses serupa akan diamati di seluruh perekonomian ketika pemerintah bermaksud untuk menciptakan pekerjaan. Harga produk atau jasa, di mana tenaga kerja terinstal, akan meningkat sehingga kenaikan tingkat inflasi akan terlihat melalui ekonomi luar.
Dapat disimpulkan dari penjelasan tersebut di atas bahwa ketika pemerintah berniat untuk menurunkan menurunkan tingkat pengangguran yang harus menanggung kenaikan tingkat inflasi dalam perekonomian nasional.
yang berbeda antara inflasi dan pengangguran….
Jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran, dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.
Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. Ini diukur dengan mengambil rata-rata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian) dan menganalisis tren harga keseluruhan. Hal ini sering disebut Indeks Harga Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP). Hal ini menunjukkan berapa banyak, sebagai persentase, tingkat harga umum dari semua barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun.
Kedua telah dianalisis bersama-sama dengan kurva Phillips yang menunjukkan tingkat inflasi diplot terhadap tingkat pengangguran.
c) potret kemiskinan di indonesia
“Dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, kemiskinan masih akan jadi masalah utama bangsa Indonesia, dilihat dari segi konsumsi maupun pendapatan.” ujar Dr. Sri Adiningsih, MSc., ekonom dari Universitas Gajah Mada, salah satu narasumber di Konsultasi Nasional yang diadakan oleh Institut Leimena bersama dengan Persatuan Gereja-gereja Indonesia, Persatuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia, serta Persatuan Gereja Pentakosta Indonesia, September 2008 lalu.
Dr. Sri Adiningsih menampilkan potret ekonomi Indonesia sebagai berikut:
Stabilitas ekonomi makro tetap terjaga, namun rapuh, apalagi pasar keuangan global tengah menghadapi krisis. Pertumbuhan ekonomi meningkat, terutama karena kenaikan harga barang primer dan sektor non-tradable. Kebijakan ekonomi terlalu liberal karena semakin bergantung ke luar negeri. Anggaran terjebak kebijakan jangka pendek, tampak populis, tapi pembangunan strategis seperti jembatan, jalanan, atau listrik tidak dilakukan.
Sementara itu, kemiskinan di Indonesia masih besar. Padahal definisi “kemiskinan” yang dipakai sudah sangat lunak dibandingkan, misalnya, dengan standar Bank Dunia. Belum lagi penambahan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan Raskin (Bantuan Beras bagi
Rakyat Miskin) dapat menurunkan angka kemiskinan secara semu. Dari banyak
penelitian, sumber kemiskinan antara lain adalah kualitas Sumber Daya Manusia yang rendah, infrastruktur yang buruk, dan ketiadaan modal.
Pilar ekonomi Indonesia saat ini sebetulnya UKM. Di sinilah banyak orang miskinnya. Namun usaha mikro sekarang berkembang bukan akibat desain pemerintah, tapi karena orang tidak ada pilihan. Daripada menganggur, lebih baik membuka Warteg atau sejenisnya. Usaha kecil di Indonesia naik dari 44 juta (2007) menjadi hampir 50 juta (2008). Usaha menengah turun dari 6 juta ke sekitar 4 juta, sedangkan usaha besar umumnya stagnan.
Menurut UN Millenium Project, pertanian adalah cara mengatasi kemiskinan di desa. Selain itu perlu mengembangkan investasi dalam bidang kesehatan dasar, pendidikan, transportasi, listrik, serta pelayanan masyarakat.
Dalam konteks ini, gereja harus menjadi pilar penting dalam memerangi kemiskinan dan keterbelakangan. Gereja harus memberikan pencerahan, semangat, optimisme. “Walaupun kecil, kita jangan mengalami minority syndrome. Gereja-gereja di Indonesia punya jaringan nasional dan berbagai program pengentasan kemiskinan, meskipun hasilnya memang masih jauh dari memuaskan.” papar Dr. Sri Adiningsih. Ia pun menceritakan pengalamannya menjadi pembina program sosial di gerejanya. “Motto kami adalah melayani dulu, urusan uang kemudian, jadi bukannya bertanya dulu apakah punya uang atau tidak.”
“Ini adalah pekerjaan besar, tapi saya percaya kita akan bisa melakukannya dengan cara dan kemampuan kita masing-masing.” kata Dr. Sri Adiningsih dengan optimis.**
d) ekspor non migas di indonesia
Akibat dampak radioaktif di Jepang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim menyatakan ada penundaan sementara untuk produk-produk tertentu mengingat fasilitas penampungan yang terdampak bencana.
“Memang beberapa produk mengalami penundaan pengiriman, nanti setelah ada tempat penampungnya pasti akan dilanjutkan lagi”, kata Saiful Jasan Plt Kabid Perdagangan Luar Negeri (31/3).
Menurut kontribusinya, pada bulan Januari 2011 ekspor sektor industri di luar non migas berperan sebesar 85,68 persen, sektor pertanian sebesar 5,64 persen, sedangkan sektor pertambangan di luar migas hanya memberikan peran sebesar 0,26 persen terhadap total ekspor Jawa Timur
"Beberapa produk Jatim mengalami surplus dalam ekspor pada Januari 2011 ini. Setidaknya itu terjadi pada produk migas yang mengalami kenaikan 36,21 persen" ujarnya.
Sedangkan ekspor non migas Jawa Timur juga tak kalah menunjukkan angka yang mernagkak naik. Bulan Januari 2011 angka ekspor non migas Jatim mencapai US$ 1.414,04 juta atau naik 1,66 persen dibanding ekspor non migas bulan Desember 2010 yang mencapai US $ 1.390,93 juta.
Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, ekspor non migas Jatim Januari 2011 naik sebesar 34,83 persen.
Kenaikan itu didominasi oleh nilai ekspor tembaga dengan nilai US $ 259,89 juta, diikuti selanjutnya oleh bahan kimia organik sebesar US $ 207,35 juta, kertas dan karton US $ 86,35 juta, karet dan barang dari karet sebesar US $ 73,82 juta serta kayu dan barang dari kayu US $ 65,52 juta.
Dengan Negara tujuan Jepang dengan nilai US $ 230,38 juta, China US $ 148,01 juta, Malaysia US $ 133,50 juta, Amerika Serikat US $ 110,67 juta dan Thailand sebesar US $ 94,74 juta, dengan kontribusi kelimanya mencapai 50,73 persen terhadap total ekspor non migas.(luk)
PENUTUP
Demikian makalah tentang Perekonomian indonesia yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Kesimpulan
Jadi perekonomian di indonesia sangat tidak stabil dengan dilihat dari prospek nya dan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. dan juga faktor kemiskinan di indonesia yang semakin banyak .
Langganan:
Postingan (Atom)